Profil Desa
Desa Bantaran Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo
Sejarah Desa
Desa Bantaran mempunyai sejarah yang cukup unik,berawal dari datangnya dua orang sahabat karib yang berasal dari madura ke Probolinggo untuk membabat hutan.Sahabat karib tersebut dikenal sebagai Mbah Darsih yang merupakan pemuka dari generasi pertama dan Syaid Hamid yang baru pulang dari Bagdad dan merupakan seorang Ulama atau Tokoh Agama.pada waktu membabat alas,kedua orang tersebut mempunyai tugas yang berbeda.Mbah Darsih membabat sebelah Timur dan Syaid Hamid membabat sebelah barat pasar.
Tiga bulan setelah pembabatan Mbah Darsih dan Syaid Hamid pulang ke desanya yaitu desa Omben Kabupaten Pamekasan.Syaid Hamid membawa serta anak dan istrinya untuk dibawa ke Probolinggo sedangkan Mbah Darsih membawa rombongan sebanyak 19 kepala keluarga.diantara 19 KK itu terdapat nama-nama seperti Idris,kemilin,Nali,Mawi,Rabisin dan sebagainya.Lima bulan setelah itu Syaid Hamid meninggal dunia.Setelah rombongan yang pertama ini datang lagi rombongan yang kedua yang berasal dari sedayu yang kelak dikenal sebagai tukang emas dan tukang patri.
Mbah Darsih menamakan Bantaran untuk mengingatkan masyarakat pendatang bahwa bantaran merupakan tempat beristirahatnya Mbah Darsih dan Syaid Hamid waktu membabat hutan.Nama Bantaran itu sendiri berasal dari bahasa madura yaitu Entaran yaitu tempat yang sering dikunjungi.sering dikunjungi karena konon Mbah Darsih dulu adalah orang yang suka bertirakat.Pernah dia bertirakat selama 40 hari dan dari hasil tirakat tersebut dia mendapatkan seekor burung yang konon kicauannya terdengar sampai di kota probolinggo dan sekitarnya.Oleh karena itu banyak orang yang datang kepadanya dengan maksud untuk membeli burung tersebut.Tetapi tidak diberikan oleh Mbah Darsih.Tapi setelah pejabat yang meminta burung tersebut diberikan tapi dengan syarat bahwa sampai tujuh turunan yang menjadi kepala desa di desa Bantaran adalah dari keturunannya.
Orang pertama yang menjadi kepala desa sekaligus sebagai orang yang pertama kali membuka daerah bantaran adalah Mbah Darsih.Untuk selanjutnya jabatan kepala desa dipegang oleh keturunan Mbah Darsih itu sendiri.
Nama-nama kepala desa berikutnya sampai sekarang, adalah :
1. Mbah Darsih
2. Mbah Kardi .......... - 1902
3. Pak Admin 1903 - 1905
4. H Juber 1906 - 1956
5. H.Amir Zaini 1957 - 1989
6. Sarjo 1990 - 2007
7. Achmadi 2009 - 2014
8. Abdullah Rofiq 2015 s/d Sekarang
Visi
"Terwujudnya Pemerintahan Desa Bantaran yang Transparan, berkeadilan, aman, sejahtera dan berakhlakul karimah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat."."
Arti Visi Desa Bantaran
Transparan, meemerintahan desa terbuka dalam pengambilan keputusan, pengelolaan keuangan, serta penyampaian informasi kepada masyarakat.
Berkeadilan, Pelayanan dan pembangunan dilakukan secara adil tanpa diskriminasi, menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Aman, mDesa menciptakan lingkungan yang tertib, nyaman, dan bebas dari ancaman keamanan maupun konflik sosial.
Sejahtera, mKehidupan masyarakat meningkat dari sisi ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial secara merata.
Berakhlakul Karimah, Pemerintahan dan masyarakat menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika, dan agama dalam kehidupan sehari-hari dan dalam tata kelola desa.
Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat, Semua aspek visi tersebut bermuara pada tujuan utama yaitu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan seluruh warga desa.
Misi
"Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Desa yang Baik"
Mengandung arti pemerintah Desa Bantaran berkomitmen melakukan reformasi birokrasi yang profesional dengan mengembangkan struktur pemerintahan yang proporsional dan berbasis kinerja. Upaya ini juga mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik di desa serta pengelolaan keuangan yang dilakukan secara transparan, akuntabel, dan profesional.
"Meningkatkan Pelayanan terhadap Pemenuhan Hak-Hak Dasar Rakyat"
Misi ini mengandung arti desa akan meningkatkan akses dan kualitas layanan dasar, terutama di bidang pendidikan anak usia dini serta pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak. Pemerintah desa juga akan berupaya menyediakan sarana dan prasarana dasar permukiman, serta mendorong peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan keluarga dan kelompok masyarakat.
"Pembangunan Infrastruktur Dasar."
Fokus pembangunan diarahkan pada penyediaan dan peningkatan sarana serta prasarana pertanian, transportasi, pendidikan, kesehatan, dan fasilitas pemerintahan. Selain itu, kegiatan pemeliharaan dan rehabilitasi infrastruktur yang sudah ada juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di desa.
Geografis Desa
Desa Bantaran merupakan salah satu desa dalam wilayah Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo. Terletak di titik koordinat 7.8714855°S 113.1469255°E. Secara administratif, wilayah Desa Sutapranan memiliki batas sebagai berikut:
Utara: Desa Patokan
Selatan: Desa Jatisari Kecamatan Kuripan
Timur: Desa Kedungrejo
Barat: Desa Legundi
Luas wilayah Desa Bantaran adalah 525,415 Ha dengan pemanfaatan Lahan kering diantaranya : Pemukiman dan Pekarangan 12,000 Ha, tanah pertanian/sawah 64,129 Ha, tanah tegalan 227,400 Ha, Tanah kuburan 2,000 Ha, Tanah Perkantoran 1,000 Ha, dan Tanah Prasarana 18,286 Ha.
Sebagaimana wilayah tropis, Desa Sutapranan mengalami musim kemarau dan musim penghujan dalam tiap tahunnya. Rata-rata perbandingan musim penghujan lebih besar daripada musim kemarau, hal itu disebabkan karena wilayah yang masih hijau dengan vegetasi serta relatif dekat dengan wilayah.
Jarak pusat desa dengan ibu kota kabupaten yang dapat ditempuh melalui perjalanan darat kurang lebih 39 km. Kondisi prasarana jalan poros desa dengan kontruksi jalan yang baik namun kepadatan pengguna jalan yang agak padat mengakibatkan waktu tempuh menggunakan kendaraan bermotor mencapai kurang lebih 1 jam 2 menit.
Peta Desa
Potensi Desa
Statistik Kependudukan
Desa Bantaran Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo